PENDALAMAN

Sekolah Sabat
Jumat, 20 Desember 2024

PENDALAMAN

Pendalaman: Bacalah Ellen G. White, "Sudah Selesai," hlm. 410-418; "Tuhan Sudah Bangkit," hlm. 432-439; dan "Mengapa Engkau Menangis?" hlm. 441-447, dalam buku Alfa dan Omega, jld. 6. Lihat juga, Clifford Goldstein, Risen: Finding Hope in the Empty Tomb (Nampa, ID: Pacific Press, 2020).

 
"Pilatus ingin melepaskan Yesus. Tetapi ia melihat bahwa ia tidak dapat berbuat demikian dan sekaligus dapat mempertahankan kedudukan dan kehormatannya sendiri. Gantinya kehilangan kekuasaan duniawinya, ia memilih untuk mengorbankan suatu hidup yang tidak bersalah. Betapa banyaknya orang, untuk menghindari kerugian dan penderitaan, dalam keadaan seperti itu mengorbankan prinsip. Angan-angan hati dan kewajiban menunjuk pada satu jurusan, dan kepentingan diri sendiri menunjuk pada jurusan lain. Arus mengalir dengan derasnya pada jurusan yang salah, dan ia yang berkompromi dengan kejahatan dihanyutkan ke dalam kegelapan kesalahan yang tebal"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 388.
 
"KRISTUS tidak menyerahkan hidup-Nya sampai Ia telah melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepada-Nya, dan dengan nafas perpisahan-Nya Ia berseru, 'Sudah selesai.' Yoh. 19: 30. Pertempuran telah dimenangkan. Tangan kanan-Nya yang suci telah mendapatkan kemenangan bagi-Nya. Sebagai pemenang Ia menancapkan panji-Nya pada ketinggian abadi. Bukankah ada kegembiraan di antara malaikat-malaikat? Segenap surga menang dalam kemenangan Juruselamat. Setan dikalahkan, dan mengetahui bahwa kerajaannya sudah hilang.
 
"Kepada malaikat-malaikat dan dunia-dunia yang tidak jatuh seruan ‘Sudah selesai,' mempunyai makna yang dalam. Bagi mereka dan juga bagi kitalah pekerjaan penebusan yang besar itu telah dilaksanakan. Mereka dengan kita mengambil bagian dari buah-buah kemenangan Kristus"-Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 410.
 
Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:
 
1. Proses pengambilan keputusan apakah yang dapat membantumu menghindari kesalahan seperti yang dilakukan Pilatus?
 
2. Mengapa Yesus harus mati menggantikan kita? Mengapa Ia harus menjadi Pengganti kita? Mengapa kematian-Nya diperlukan jika kita ingin memperoleh keselamatan? Ayat-ayat Kitab Suci apakah yang mendukung jawaban Anda?
 
3. Apakah hubungan antara bukti Kitab Suci dan bukti sejarah dalam hal kepercayaan akan kebangkitan Yesus? Artinya, apakah bukti historis yang dengan kuat menegaskan kebangkitan Yesus?
 
4. Pikirkanlah 1 Korintus 15: 12-20. Bagaimanakah orang dapat memahami gagasan bahwa, tanpa kebangkitan Kristus, "demikianlah binasa. juga orang-orang yang mati dalam Kristus" (1 Kor. 15: 18), jika mereka yang telah "mati dalam Kristus" langsung masuk ke surga? Bagaimanakah perkataan Paulus di sini menegaskan kebenaran bahwa orang mati tertidur sampai kebangkitan pada saat Kristus datang kembali?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADIKAN ALLAH YANG PERTAMA

MENJADIKAN ALLAH YANG PERTAMA

MENJADIKAN ALLAH YANG PERTAMA