"KAPAN KESETIAAN LAHIR?"
Bacaan Persembahan
Sabat, 21 Desember 2024
Judul: "KAPAN KESETIAAN LAHIR?"
Kejadian 28:21-22 (TB2)
"...TUHAN akan menjadi Allahku.
Batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Tingkat pengangguran yang tinggi adalah salah satu masalah yang dihadapi umat manusia saat ini. Bahkan di negara maju, jumlah orang yang tidak termasuk dalam pasar tenaga kerja meningkat secara signifikan.
Kita perlu melihat lebih dekat beberapa aspek kehidupan sehari-hari keluarga yang tidak memiliki penghasilan tetap di gereja kita. Perhatian utama adalah untuk membantu mereka dengan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal. Kita juga dapat membantu dengan jenis pelatihan yang membantu pria dan wanita menemukan ruang di pasar kerja.
Tetapi semua bantuan yang ditawarkan harus mempertimbangkan nasihat berikut: "...Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; ...Siapa yang menunjukkan belas kasihan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita." (Roma 12:8; TB2). 📖
Pedoman lain bagi seseorang yang tidak memiliki penghasilan tetap adalah mengerahkan kesetiaan melalui persepuluhan dan persembahan. Anda mungkin bertanya-tanya, "Tetapi bagaimana saya dapat mengajarkan kesetiaan dalam persepuluhan dan persembahan kepada seseorang yang tidak memiliki penghasilan?"
Kita sering berpikir bahwa kita hanya dapat setia dalam persepuluhan dan persembahan kita jika kita memiliki nilai untuk dibawa ke gereja. Namun, kitab Kejadian mengungkapkan bahwa Yakub, pemberi persepuluhan kedua yang disebutkan dalam Alkitab, menjadi pemberi persepuluhan ketika dia tidak punya pekerjaan, dalam pelarian dan bantalnya adalah batu (Kejadian 28:10-22).
Ini mengajarkan kita bahwa kesetiaan muncul dalam pikiran dan hati umat percaya, bahkan sebelum nilai apa pun dibawa ke rumah perbendaharaan. Seseorang tanpa penghasilan yang memilih untuk setia dalam persepuluhan dan persembahan hendaknya tidak berpikir bahwa dia tidak setia. Orang ini harus menegaskan kembali komitmen mereka untuk setia dalam persepuluhan dan bahkan memilih persentase untuk pengembalian persembahan tetap.
Kemudian, sampaikan kepada Tuhan keinginan bahwa komitmennya untuk setia dalam persepuluhan dan persembahan tidak lagi sekadar keputusan dan menjadi tindakan, sejak ia mulai memiliki penghasilan tetap. Tidak seorang pun dengan tujuan yang teguh untuk setia kepada Tuhan harus merasa tidak setia hanya karena dia tidak memiliki penghasilan.
Panggilan:
Jika Anda memiliki penghasilan tetap, tegaskan kembali komitmen Anda untuk setia dan bantulah seseorang yang menganggur dengan makanan, doa dan bimbingan.
Jika Anda menganggur (tidak memiliki penghasilan tetap), tegaskan kembali komitmen Anda untuk setia kepada Tuhan dan teruslah meminta kekuatan dan hikmat sampai Anda mendapatkan pekerjaan.
Komentar
Posting Komentar